Bagaimana mempertahankan Budaya K3 secara berkesinambungan agar tidak menurun? -

Bagaimana mempertahankan Budaya K3 secara berkesinambungan agar tidak menurun?

Dibaca sebanyak :203|04 November 2019 - 11:35:55 WIB

Bagaimana mempertahankan Budaya K3 secara berkesinambungan agar tidak menurun?

                  Target Program Kinerja K3 yang sepenuhnya tercapai tentu merupakan suatu kebanggaan, namun manakala target tersebut disandingkan dengan data Kinerja K3 (Safety Performance)...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Target Program Kinerja K3 yang sepenuhnya tercapai tentu merupakan suatu kebanggaan, namun manakala target tersebut disandingkan dengan data Kinerja K3 (Safety Performance) ada kemungkinan terdapat data yang mengganggu seperti contoh di bawah ini:

 

1. PT. XYZ sampai dengan akhir Juli 2019  telah mencapai kurang lebih 70 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (Free LTI). Namun pada awal Agustus 2019 terjadi kasus Lost Time Injury yang menihilkan   jam kerja aman yang telah dicapai tersebut.

 

2. Ditemukan data di tahun 2018 yang mencakup 2 kasus RDI (Restricted Duty Injuries) atau Cidera yang berakibat korban tidak dapat bekerja sepenuhnya di bidang kerjanya, dan 9 kasus MTI (Medical Treatment Injuries / Cidera yang memerlukan perawatan medis), serta 156 kasus kerusakan peralatan kerja, sarana pendukung, dan raw material dengan jumlah kerugian sekitar Rp.4.340.000.000,- (tahun 2018) dan Rp.4.060.000.000,- (tahun 2017), suatu kerugian yang cukup signifikan.

 

 

Management PT. XYZ tentunya heran, mengapa kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan kerja serta sarana pendukungnya masih bisa terjadi, walau pelaksanaan program Sistem Management K3 sudah dilakukan dengan baik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, mungkinkah dikemudian hari akan terjadi lagi kecelakaan kerja dengan dampak kerugian yang lebih besar, baik kerugian langsung maupun tidak langsung?

 

Salah satu hal penting yang ingin diketahui oleh Management PT. XYZ  adalah : seberapa tinggi Budaya K3 saat ini di lokasi kerja? dan Bagaimana cara agar Budaya K3 itu dapat ditingkatkan dengan berkesinambungan untuk mencapai Budaya K3 Unggul (Safety Exellence)?. Capaian Budaya K3 Unggul ini sekaligus juga menjadi tonggak pendukung yang sangat penting dalam program pencegahan kecelakaan kerja, yang pada akhirnya akan menguntungkan perusahaan baik dari sudut reputasi, finansial, maupun semangat kerja para pekerjanya.

 

Dalam rangka menyambut Bulan K3 tahun 2020 sesuai Keputusan Menteri Ketenagakerjaan R.I. No.: 386 Tahun 2014 tentang Petunjuk pelaksanaan bulan K3 Nasional 2015-2019 yang antara lain disebutkan: Seluruh............ industri, organisasi profesi, dll.......... berperan aktif dalam peningkatan pemasyarakatan K3, sehingga tercipta pelaksanaan K3 secara mandiri dan dapat mendukung pencapaian "Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020" maka workshop pengukuran dan peningkatan Budaya K3 perlu dilaksanakan segera untuk menyamakan persepsi dan tindak lanjut pencapaiannya.

 

Timbul pertanyaan kita:

1. Apa parameter perusahaan yang sudah memiliki Budaya K3 yang levelnya menengah dan tinggi?

 

2. Bagaimana cara mengukur Budaya K3 secara MANDIRI yang telah disosialisasikan kepada masyarakat Industri?

 

3. Pada tingkat level manakah Budaya K3 perusahaan saat ini, dan bagaimana ciri-ciri level Budaya K3 tersebut?

 

4. Apa dampak  kegiatan melaksanakan Pengukuran Budaya K3 terhadap PENINGKATAN kinerja K3 yang Unggul?

 

5. Berapa nilai EKONOMI yang terukur dari dampak pelaksanaan Pengukuran dan Peningkatan Budaya K3 tersebut?

 

 

Perusahaan melalui Departemen K3 perlu membuat terobosan yang efektif, sebagaimana tercantum dalam Pedoman Penerapan SMK3 PP 50 pada Perencanaan K3 butir 2.g tentang Budaya K3 perusahaan.

 

 

Salah satu metoda baru untuk menjawab kelima pertanyaan tersebut diatas adalah melakukan: 

 

“PENGUKURAN & PENINGKATAN BUDAYA K3 METODE PROSPEX-5”

 

Apa PROSPEX-5 itu? 

 

PROSPEX-5, singkatan dari "Process of Safe Operational Excellence" adalah suatu metoda untuk Mengukur dan Meningkatkan Budaya K3 menggunakan formula perhitungan kuantitatif, menghasilkan Safety Culture Index yang dikonversikan menjadi Safety Culture Level, melalui proses Diagnostic yang menghasilkan Rekomendasi Perbaikan Program K3. Setelah Rekomendasi diimplementasikan, selanjutnya dilakukan pengukuran kedua dengan metoda yang sama, sehingga diperoleh Data seberapa tinggi peningkatan Level Budaya K3 yang dicapai, yang akan dapat memaksimalkan keuntungan dan mengefektifkan biaya operasional.

 

PROSPEX-5 disosialisasikan bersama dengan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) dan LPK KADIN, serta telah mendapat sertifikat penghargaan dari:

 

1. Dirjen BINAWAS KEMENTERIAN TENAGA KERJA R.I., dan Rekap Laporan Penilaian 176 peserta pada Seminar Meningkatkan Budaya K3 metoda PROSPEX-5 oleh Direktur Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (12/01/2016).

 

2. Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N), pada Rapat Pleno 1 DK3N: Penilaian Budaya K3 (17/07/2018).

 

3. World Safety Organization (WSO) Indonesia, pada acara Seminar & Award: Development of Safety Culture (25/10/2018).

 

 

PROSPEX-5 menyediakan metoda yang sangat komprehensif untuk Pengukuran dan Peningkatan Budaya K3 Perusahaan, menggunakan parameter 3 dimensi Budaya K3, yaitu:

 

A) Internal & External Safety Perception (IESP), dalam ruang lingkup 4 buah Pilar:

 

     1. Technical Capability (TC) [Safety Management System, Fatality Preventive Elements, CSMS]

     2. Management Infrastructure (MI)

     3. Safety Leadership (SL)

     4. Mindsets & Behaviors (MB)

 

B) Safety Value Perception (SV)

 

C) Safety Performance (SP)

 

Pengukuran ketiga dimensi Budaya K3 di atas, dilaksanakan dengan cara: survey online, wawancara langsung, dan observasi lapangan (untuk validasi) yang dilakukan oleh Asssesor Senior yang memiliki pengalaman mengelola K3 di multi sektor industri.

 

Kegiatan ini akan menghasilkan 2 aspek Laporan Pengukuran Budaya K3, yaitu:

 

1. Safety Culture Index (SCI) yang kemudian dikonversikan menjadi Safety Culture Level (SCL).

2. Temuan, Analisis & Rekomendasi tindak perbaikan.

 

Setelah laporan kegiatan pengukuran Budaya K3 beserta analisis dan rekomendasinya selesai, kami juga akan menawarkan program Peningkatan Budaya K3 melalui tahap Implementasi terhadap usulan perbaikan yang dirangkum dalam rekomendasi kami sebelumnya, dengan meluncurkan Program perbaikan kinerja K3 yang berisi antara lain:

 

1. Pelatihan

2. Coaching Lapangan

3. Memantau hasil & proses kemajuan (tracking)

 

Selanjutnya untuk mengetahui hasil dari program perbaikan kinerja K3, akan dilakukan pengukuran ulang Budaya K3 pada tahap Review & Evaluation, yang berisi antara lain:

1. Evaluasi Kinerja K3

2. Pembelajaran (lesson learnt)

3. Mengembangkan standar kinerja K3 yang baik untuk diberlakukan di lokasi lain

4. Return on Safety Improvement (ROSI)

 

Contoh hasil Pengukuran dan Peningkatan Budaya K3, silahkan klik tombol di bawah ini.

 

 

 

Manfaat melaksanakan Pengukuran Budaya K3 dan implementasi dari rekomendasi perbaikan ini antara lain adalah:

 

1. Mengetahui kondisi aktual performa Budaya K3 perusahaan saat ini dan mendapatkan Rekomendasi untuk menemukan peluang perbaikan dan strategi meningkatkan level Budaya K3, serta solusi menuju Budaya K3 yang Unggul (Safety Excellence).

 

2. Mempermudah dalam menentukan fokus prioritas perbaikan, dan mempertahankan pelaksanaan K3 yang sudah baik serta memperbaiki yang masih perlu diperbaiki dalam upaya mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja, serta kerusakan asset perusahaan.

 

3. Meningkatkan disiplin kerja para karyawan dan memupuk semangat perbaikan yang berkelanjutan dalam mengimplementasi Budaya K3, khususnya motivasi dan kesadaran diri akan manfaat K3 (self awareness).

 

4. Meningkatkan reputasi perusahaan.

 

5. Mereduksi biaya akibat kecelakaan kerja dan meningkatkan kinerja bisnis.

 

 

PROSPEX-5 sejak 5 Juli 2019 telah bersinergi dengan produk SMART SAFETY dari PROSAFE INSTITUTE menjadi: 

 

"PROSPEX SMART SAFETY"

 

 

 

 

Bagi Anda yang berminat untuk:

 

1. Mengikuti workshop Pengukuran & Peningkatan Budaya K3 metoda PROSPEX SMART SAFETY(Silahkan tekan tombol di bawah ini untuk melihat brosur workshop tsb.)

 

 

2. Konsultasi pelaksanaan Pengukuran & Peningkatan Budaya K3 metoda Prospex Smart Safety.

 

 

dapat berkomunikasi lebih lanjut dengan:

-Agoes Moedjihardjo 
 WA    : +6287888876888 
 Email: agoes@bpsi-safetyinstitute.com 

-Edi Sularso 
 WA   : +62811948507 
 Email: edi@bpsi-safetyinstitute.com 

-Refdi Madefri
 WA   : +628161408227
 Email: refdi@bpsi-safetyinstitute.com